Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Meresapi Jati Diri Tanah, terkesima lalu tunduk bersyukur

jati-diri-tanah-ilmu-tanah
Jati diri Tanah

Ilmu Tanah
- Tanah adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang sepatutnya kita syukuri. Terus terang selama ini saya luput dari mensyukuri nikmat Tuhan yang satu ini, Tanah!

Begitu banyak fungsi tanah, tapi pastinya tanah ini adalah sumber daya pokok. Dengan Tanah inilah manusia dapat mencukupi kebutuhan dasarnya.

Tanah untuk pemenuhan kebutuhan dasar apa?

Kebutuhan dasar seperti bahan pangan, sandang, serat hingga kebutuhan untuk obat-obatan. Fungsi tanah dalam hal ini kita sebut sebagai 'fungsi produksi' dari Tanah.

Tidak kalah penting, selanjutnya kita harus menyadari bahwa tanah juga berfungsi sebagai 'Ruang Hidup'. Ruang hidup bagi manusia beserta makhluk hidup lainnya, hewan dan tumbuhan.

Dalam ruang hidup inilah sebuah keniscayaan kelestarian kehidupan manusia, kelestarian sumberdaya hutan, kelestarian sumberdaya air, secara umumnya kelestarian lingkungan hidup.

Memang ada juga yang patut disayangkan, karena begitu banyaknya fungsi dari tanah ini, ada banyak konflik yang pada intinya adalah masalah 'tanah'. Hal ini disebabkan berbeda-beda dalam hal penggunaan, sengketa batas atau kepemilikan tanah.

Tulisan ini adalah sedikit 'curhat' saya setelah membaca bab awal dari buku yang berjudul 'Dasar-dasar Ilmu Tanah', ditulis oleh trio; Syaiful Anwar, Dyah Tjahyandri dan Komaruddin Idris.

Apa itu Ilmu Tanah?


Berdasarkan buku tersebut di atas, pengertian Ilmu Tanah adalah ilmu yang mempelajari tanah, mulai dari faktor-faktor pembentuk tanah, proses pembentukannya, sifat-sifat tanah baik kimia, fisik maupun biologi, tata nama dan penyebaran jenis-jenis tanah.

Setelah baca sedikit, langsung teringat dengan beberapa 'kebijaksanaan' mengenai tanah dalam perspektif budaya tradisional (Sunda). Teringat juga dengan ceramah-ceramah Ajengan (ustad) mengenai penciptaan bumi dan langit (alam semesta).

Baru bab awal, rasanya sudah 'mengerikan'. Subhanallah, semoga menjadi ikhtiar untuk menambah keimanan, Amin.

Sekian dulu, setelah nanti baca-baca saya akan 'curhatkan' lagi dengan menulis di blog Ilmu Tanah ini. Jika ada yang salah mohon maaf, saya bukan ahli tanah, hanya saja saya sedang belajar. Jangan sungkan-sungkan, sanggah atau diskusi di kolom komentar ya! Terimakasih. (*)

Posting Komentar untuk "Meresapi Jati Diri Tanah, terkesima lalu tunduk bersyukur"